Gunakan Maung sebagai Simbol Diplomasi, Presiden Prabowo Tiba di Cebu untuk KTT ke-48 ASEAN

Kendaraan taktis ringan Maung buatan Pindad yang digunakan Presiden Prabowo Subianto selama agenda KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina. Penggunaan rantis ini merupakan bentuk diplomasi untuk memperkenalkan kemajuan industri pertahanan nasional ke panggung internasional./Dok. Setpres

Lebih dari Sekadar Transportasi

Penggunaan Maung di forum sekelas KTT ASEAN bukan tanpa alasan.

Pemerintah ingin menegaskan bahwa Indonesia kini memiliki kepercayaan diri tinggi terhadap kemajuan teknologi dan industri manufakturnya sendiri.

Seskab Teddy menekankan bahwa Maung kini mengemban misi sebagai instrumen diplomasi Indonesia.

“Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia. Maung menjadi sebuah simbol diplomasi,” tegas Teddy.

Pernyataan tersebut diakhiri dengan kutipan yang menggugah semangat nasionalisme: “Dari dalam negeri, untuk Indonesia, hadir di panggung dunia.”

Kehadiran Maung di jalanan Cebu pun tak pelak menjadi daya tarik bagi publik internasional sekaligus bukti nyata bahwa produk industri pertahanan Indonesia siap bersaing di level global.

Baca Juga: BNPB Gelar Pelatihan SDMT 2026 untuk Perkuat Kapasitas Kalaksa BPBD Seluruh Indonesia