“Transisi energi kita sedang melaju dengan kecepatan penuh. Kita tengah bangun tenaga surya 100 GW. Bersama-sama kita tingkatkan infrastruktur energi kita. BIMP-EAGA memiliki potensi yang besar,” tambahnya.
Konektivitas dan Pendanaan
Selain sumber energi, Kepala Negara mendorong penguatan infrastruktur melalui proyek Trans Borneo Power Grid agar distribusi listrik antarwilayah menjadi lebih efisien. Ia mengakui bahwa visi besar ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor, terutama terkait investasi dan teknologi.
“Semua ini tidak akan terjadi tanpa dukungan yang tepat. Kita perlu mengamankan pendanaan, memobilisasi keahlian teknis; dan memperdalam kemitraan dengan penasihat regional dan Mitra Pembangunan kita,” kata Presiden.
Menjaga Ketahanan Pangan
Menutup pernyataannya, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa energi bukanlah satu-satunya pilar stabilitas. Ia mengajak para pemimpin anggota BIMP-EAGA untuk tidak melupakan sektor pangan sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat.
“Namun, upaya kita hendaknya jangan berhenti pada ketahanan energi. Ketahanan pangan sama fundamentalnya,” pungkas Presiden.
Pesan kuat dari Cebu ini menegaskan visi Indonesia bahwa masa depan ASEAN bergantung pada kemampuan kawasan dalam mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi dengan ketahanan energi dan pangan yang kokoh di tengah perubahan global yang cepat.
Baca Juga: Sidang Liu Xiaodong, Eks KTT Tambang Beberkan Ancaman hingga Hilangnya 50 Ton Bahan Peledak
















