“Saya rasa ini dapat menjawab kebutuhan yang selama ini masih menjadi tantangan di lapangan. Produk makanan siap saji yang tersedia umumnya menyasar kebutuhan anak hingga orang dewasa. MPASI ini dapat dikembangkan lebih lanjut, termasuk terkait legalitas dan izin edar. Jika nantinya memenuhi ketentuan, produk ini dapat diusulkan masuk ke dalam e-katalog Kedeputian Bidang Logistik dan Peralatan BNPB,” tegas Kepala BNPB.
Kelanjutan Kolaborasi Strategis
Kerja sama ini bukanlah yang pertama kali bagi kedua belah pihak.
Sebelumnya, Undip telah berperan aktif membantu BNPB dalam pemulihan bencana hidrometeorologi akibat Siklon Tropis Senyar di Aceh pada November 2025 melalui teknologi penjernih air (water treatment).
Kepala BNPB meyakini bahwa keterlibatan akademisi akan mempercepat modernisasi penanggulangan bencana di Indonesia.
“Saya sangat percaya Undip memiliki mahasiswa-mahasiswa yang kompeten. Sebelumnya kita juga bekerja sama dengan Undip dalam penyediaan alat penjernih air bagi warga terdampak banjir di Aceh,” pungkas Suharyanto.
Melalui audiensi ini, BNPB berharap riset-riset dari perguruan tinggi tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata untuk menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat terdampak bencana.
















