Risiko Kebutaan Akibat Kerusakan Mata
Penyakit ini juga memicu retinopati atau kerusakan pada pembuluh darah kecil dalam retina mata. Kondisi organ mata ini menyebabkan pandangan kabur, perdarahan hebat, hingga kebutaan permanen jika pasien tidak segera mengobatinya. Gula darah tinggi juga meningkatkan risiko kemunculan katarak dan glaukoma.
Ancaman Luka Infeksi Berujung Amputasi
Kombinasi sirkulasi darah yang buruk dan neuropati perifer pada area kaki membuat penderita sangat rentan mengalami masalah kulit. Luka kecil pada bagian kaki menjadi sangat sulit sembuh. Luka tersebut sangat mudah mengalami infeksi parah dan berujung pada tindakan amputasi organ dalam kondisi ekstrem.
Penurunan Kognitif dan Risiko Alzheimer
Peneliti juga menemukan hubungan yang sangat kuat antara gula darah tinggi jangka panjang dan penurunan fungsi kognitif otak. Kondisi kronis ini memicu penderita mengalami berbagai gangguan memori harian. Pasien akhirnya memiliki risiko tinggi mengidap penyakit demensia hingga menderita Alzheimer.
Baca Juga: Tetap Sehat di Hari Raya! Ini 4 Tips Mengontrol Gula Darah Saat Lebaran
Lakukan Pencegahan dan Pengobatan Sejak Dini
Anda wajib mengambil langkah pencegahan efektif untuk menghindari berbagai komplikasi mengerikan tersebut.
Anda harus menerapkan pola makan sehat dengan membatasi asupan gula, karbohidrat olahan, dan makanan berlemak jenuh.
Anda perlu melakukan aktivitas fisik moderat atau berolahraga secara rutin setiap hari. Anda wajib menjaga berat badan ideal dan menurunkannya jika mengalami obesitas. Pasien yang mendapat diagnosis diabetes atau prediabetes wajib meminum obat sesuai resep dokter.
Anda juga perlu memantau kadar gula darah secara teratur dan mengelola tingkat stres dengan baik. Dokter menyarankan Anda segera mencari pertolongan medis jika merasakan berbagai gejala awal tersebut guna mencegah perkembangan komplikasi mematikan.
(*Sr)
















