“Riset harus menjawab kebutuhan industri, Industri harus terhubung sejak awal mulai proses inovasi,” ujarnya.
Andrian menambahkan bahwa proses inovasi tidak boleh berhenti hanya pada tahap perancangan purwarupa atau prototipe.
Setiap temuan teknologi alat kebencanaan harus dipastikan dapat masuk ke rantai pasar diproduksi secara massal dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat luas.
Baca Juga: BNPB Sebut Karhutla Mendominasi Bencana Akhir Pekan, Puluhan Hektare Lahan di Kalimantan Terbakar
Tentu saja langkah industrialisasi tersebut memerlukan dukungan skema pembiayaan dan iklim investasi yang sehat agar bisa terus berkembang.
Sebagai informasi, ADEXCO merupakan platform pameran dan konferensi berskala internasional yang secara rutin diselenggarakan di Indonesia.
Forum ini hadir bukan sekadar ruang diskusi melainkan diposisikan sebagai motor penggerak industrialisasi kebencanaan untuk merealisasikan amanat Rencana Induk Penanggulangan Bencana 2020-2044.
Rencananya puncak acara ADEXCO akan digelar secara akbar pada 9 hingga 12 September 2026 mendatang.
(*Red)
















