“Pemerintah Kota Singkawang siap memfasilitasi dan mengimplementasikan program ini guna memperkuat perlindungan dan pengembangan bahasa serta sastra daerah, khususnya Bahasa Melayu Sambas,” katanya.
Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pemkot Singkawang akan merancang berbagai kegiatan turunan. Rencana tersebut meliputi perlombaan antarsiswa, optimalisasi media digital dalam sistem pembelajaran, serta kampanye penggunaan bahasa daerah di dalam lingkup keluarga.
Baca Juga: Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 Dorong Pelestarian Bahasa Melayu Pontianak
Menurut Tjhai Chui Mie, bahasa lokal menyimpan nilai historis dan kultural yang tinggi sebagai identitas asli masyarakat Singkawang. Keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda, merupakan kunci keberlanjutan program pelestarian ini.
“Bahasa daerah harus tetap hadir dalam ruang kehidupan kita, baik di sekolah, di rumah, maupun di ruang publik dan media digital,” ujarnya.
(*Red)
















