Pascajatuhnya Helikopter PK-CFX, Warga Sekadau Gelar Upacara Adat Mudas Buang Pamali Kampong

Prosesi pelaksanaan ritual adat tolak bala oleh masyarakat Dayak Taman pascainsiden kecelakaan helikopter di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Sekadau.
Prosesi pelaksanaan ritual adat tolak bala oleh masyarakat Dayak Taman pascainsiden kecelakaan helikopter di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Sekadau. (Dok. Polres Sekadau)

“Ritual adat ini menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Dayak Taman untuk membersihkan kampung dari pamali atau hal-hal buruk yang diyakini muncul akibat suatu musibah, sekaligus sebagai bentuk doa bersama agar masyarakat terhindar dari marabahaya di masa mendatang,” ujar AKP Triyono.

Triyono menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan luhur ini juga memiliki tujuan filosofis untuk memulihkan keharmonisan hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta, hubungan antarsesama manusia, serta keharmonisan dengan alam sekitar pascamusibah.

Lebih lanjut, upacara adat ini dinilai menjadi momentum penting untuk mempererat solidaritas sosial antarwarga serta menjaga kelestarian tradisi Dayak Taman agar tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Polri menghormati nilai-nilai adat dan budaya masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat kebersamaan, serta mendukung pemulihan situasi pasca terjadinya musibah,” pungkas AKP Triyono.

(*Red)