Belajar dari Tsunami 2004, Wali Kota Banda Aceh Dorong Mitigasi Bencana Berbasis Vegetasi

Foto udara di salah satu lokasi penanaman, di Simpang Mesra, Kecamatan Syah Kuala, Banda Aceh. Total ada 2.257 bibit pohon, dengan berbagai jenis pohon seperti Tabebuya, Mangga, Cemara Laut, Ketapang dan Jeumpa yang ditanam di beberapa wilayah di Banda Aceh.
Foto udara di salah satu lokasi penanaman, di Simpang Mesra, Kecamatan Syah Kuala, Banda Aceh. Total ada 2.257 bibit pohon, dengan berbagai jenis pohon seperti Tabebuya, Mangga, Cemara Laut, Ketapang dan Jeumpa yang ditanam di beberapa wilayah di Banda Aceh. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Ini menjadi hal penting bahwa mitigasi dimulai dengan langkah nyata yang sederhana dan menjadi dampak besar seperti tanam pohon,” tuturnya.

Pelaksanaan penanaman ribuan bibit pohon ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat mitigasi bencana tsunami di ujung barat Indonesia.

Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama strategis antara BNPB, Pemerintah Kota Banda Aceh, serta dukungan pihak swasta dan lembaga kemanusiaan, di antaranya Bank Danamon, Human Initiative, DMC Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, United Tractor, dan Caritas Germany.

Selain upaya mitigasi fisik melalui penanaman pohon, kesiapsiagaan sumber daya manusia juga menjadi fokus utama pemerintah. Rangkaian peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana tahun ini dijadwalkan akan ditutup dengan pelaksanaan agenda simulasi keselamatan berskala besar.

Baca Juga: Awali Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, BNPB Tanam 2.257 Bibit Pohon di Banda Aceh

Simulasi evakuasi mandiri tersebut akan dilaksanakan serentak pada Minggu (26/4/2026) tepat pukul 10.00 waktu setempat.

Kegiatan krusial ini akan melibatkan partisipasi aktif dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), perwakilan kementerian di tingkat pusat, perangkat pemerintah daerah, para pelaku dunia usaha, relawan lembaga kebencanaan, dan seluruh elemen masyarakat Kota Banda Aceh.

(*Red)