Cuaca Ekstrem Terjang Sumut, Puting Beliung di Kota Binjai Rusak Belasan Rumah

Kerusakan rumah akibat angin puting beliung di kota Binjai (Dok, Pusdalops Sumut)
Kerusakan rumah akibat angin puting beliung di kota Binjai (Dok, Pusdalops Sumut)

Baca Juga: Gelombang Pasang Terjang Desa Bukit Tinggi, Banjir Rob di Minahasa Rendam 59 Rumah Warga

Berdasarkan rilis pemutakhiran data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dikeluarkan hingga Kamis (23/4/2026) pagi, terjangan angin ribut tersebut secara spesifik menyasar dua kelurahan.

Lokasi terdampak berada di wilayah administratif Kelurahan Bhakti Karya dan Kelurahan Tanah Merah yang masuk dalam kawasan Kecamatan Binjai Selatan.

Data kaji cepat di lapangan mencatat bahwa sebanyak 13 Kepala Keluarga (KK) menjadi korban terdampak langsung musibah puting beliung di Kota Binjai tersebut.

Rincian kerugian material meliputi 11 unit bangunan rumah yang mengalami rusak ringan, satu unit rumah rusak sedang, dan satu unit rumah lainnya dilaporkan rusak berat akibat tersapu pusaran angin.

Merespons kerusakan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai terus melakukan koordinasi melekat bersama jajaran pihak kelurahan dan kecamatan.

Petugas gabungan difokuskan pada pengkinian data pascabencana, proses evakuasi pembersihan material pohon yang tumbang, serta memonitor peringatan dini cuaca untuk segera diteruskan kepada masyarakat.

Hingga Rabu (22/4/2026), situasi di lokasi kejadian dilaporkan masih dalam penanganan penuh dari pihak aparat dan petugas kebencanaan.

Menyikapi rentetan bencana angin kencang dan cuaca ekstrem, BNPB kembali mengeluarkan peringatan nasional.

Prakiraan cuaca di Indonesia pada hari ini didominasi oleh potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.

Masyarakat di berbagai daerah diimbau untuk sangat mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan sambaran petir.

Secara khusus, status siaga cuaca ekstrem yang memicu curah hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi kuat terjadi di kawasan Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga beberapa wilayah di Pulau Jawa dan Papua.

BNPB menginstruksikan seluruh lapisan masyarakat untuk menghindari aktivitas berteduh di bawah pohon tua, papan reklame, atau konstruksi bangunan yang rapuh. Warga diminta proaktif mengikuti arahan aparat wilayah setempat guna meminimalisir risiko jatuhnya korban akibat cuaca yang kian tidak menentu.

(*Red)