Cegah Karhutla Meluas, Polsek Parindu Cek Langsung Empat Titik Hotspot di Lahan Pertanian Warga

Personel Polsek Parindu saat melakukan pengecekan langsung ke lokasi lahan pertanian milik warga usai terdeteksi titik api melalui aplikasi Lancang Kuning.
Personel Polsek Parindu saat melakukan pengecekan langsung ke lokasi lahan pertanian milik warga usai terdeteksi titik api melalui aplikasi Lancang Kuning. (Dok. Ist)

Selain itu, jenis tanah di lokasi pembakaran merupakan tanah mineral murni, bukan jenis lahan gambut yang memiliki potensi risiko perambatan api bawah tanah yang tinggi.

“Kami memastikan bahwa api di lokasi sudah padam dan tidak berpotensi meluas. Ini penting sebagai langkah pencegahan dini agar tidak terjadi kebakaran yang lebih besar,” ujar N. Ling.

Operasi penyisiran lahan ini melibatkan sejumlah personel kepolisian, di antaranya Aiptu Agus TR, Aipda Warjianto, Bripka Agus SW, dan Brigpol Tri Wahyono.

Para petugas tidak hanya memverifikasi keakuratan titik koordinat api, tetapi juga secara langsung mengecek tingkat kesiapsiagaan warga sekitar dalam mengantisipasi rembetan api.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa para pemilik lahan telah menerapkan standar keamanan tradisional yang cukup baik.

Warga secara mandiri telah membuat sekat bakar sebagai pembatas antar-lahan, menyiagakan alat pemadam sederhana, serta terus menjaga lokasi selama proses pembakaran sisa pertanian berlangsung.

Baca Juga: Pantauan Satelit Deteksi Titik Hotspot di Sanggau, Polsek Toba Pastikan Api Lahan Warga Sudah Padam

Aparat kepolisian memberikan apresiasi tinggi atas langkah preventif dan tanggung jawab yang ditunjukkan oleh warga setempat.

Meskipun demikian, N. Ling menegaskan bahwa patroli pemantauan terhadap kemunculan titik hotspot di Kecamatan Parindu akan terus dilakukan secara berkala dan intensif guna menghindari kelalaian sekecil apa pun.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dalam membuka lahan dengan cara membakar. Pastikan semua prosedur pengamanan dilakukan dan jangan meninggalkan api tanpa pengawasan. Sinergi antara masyarakat dan aparat sangat dibutuhkan dalam mencegah karhutla di wilayah kita,” pungkasnya.

(*Red)