Baca Juga: Lompatan Mutu STIKes Yarsi Pontianak: Raih Predikat Baik Sekali di 2026
“Belum lagi untuk memenuhi berbagai ruang pelayanan dan administrasi, fasilitas dan peralatan yang harus kami usahakan secara mandiri, 95 persen pasien yang kami layani adalah pasien pengguna BPJS Kesehatan, sementara klaim yang dibayarkan kepada kami tidak dilakukan seratus persen, bahkan bertahap,” ungkap Carlos.
Pihaknya harus putar otak untuk kelancaran operasional rumah sakit disamping harus memenuhi berbagai sertifikasi,akreditasi yang disyaratkan pemerintah.Dengan dukungan pihak ketiga seperti kalangan usaha dan perbankan.
Sementara itu Ketua Pengurus Yayasan RS YARSI Pontianak, Drs.Suhadi SW.M.Si mengatakan pihaknya terus berupaya memajukan Yayasan RS YARSI Pontianak dengan melakukan berbagai langkah seperti menjalin kerjasama dengan berbagai pihak,salah satunya perbankan.
“Peresmian ruang pertemuan ini sebagai salah satu upaya memenuhi fasilitas yang disyaratkan sekaligus kita berhalal bihalal setelah usai menjalankan ibadah puasa dan Idul Fitri.Yayasan RS YARSI saat ini menaungi tiga lembaga yakni RSU YARSI, STIKES YARSI dan AKFAR YARSI. Perlu kerja keras untuk membesarkan tiga lembaga ini, namun secara bertahap kerjasama kita jalin dengan berbagai pihak.Pihak perbankan begitu besar andilnya dalam membackup kebutuhan pendanaan operasional, fasilitas dan operasional rumah sakit,sembari kami juga terus berkomunikasi dengan pihak pemerintah daerah agar mendapatkan bantuan,mengingat rumah sakit YARSI sebagai RS swasta satu-satunya di Kalimantan Barat yang melayani pasien BPJS Kesehatan.” jelas Suhadi.
Baca Juga: Akfar Yarsi Pontianak Dorong Industri Kecantikan Sehat, Gelar Webinar Inovasi dan Regulasi Kosmetik
(rd)














