Jangan Ditunda Lagi, Ini 6 Tanda Kamu Sudah Wajib Resign dari Tempat Kerja

"Bertahan di pekerjaan yang salah bisa merusak fisik dan mental. Kenali enam tanda kamu sudah wajib resign demi menyelamatkan karier dan kewarasan."
Bertahan di pekerjaan yang salah bisa merusak fisik dan mental. Kenali enam tanda kamu sudah wajib resign demi menyelamatkan karier dan kewarasan. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Memutuskan untuk mengundurkan diri atau resign dari sebuah pekerjaan bukanlah hal yang mudah.

Ada banyak pertimbangan yang melintas di kepala, mulai dari cicilan bulanan, kepastian finansial, hingga ketakutan memulai adaptasi di tempat baru. Alhasil, banyak orang memilih bertahan meski batinnya sudah tersiksa.

Namun, bertahan di tempat yang salah untuk waktu yang lama justru bisa menghancurkan masa depan dan kesehatanmu sendiri.

Jika kamu sedang bimbang apakah harus bertahan atau pergi, coba evaluasi kondisimu saat ini.

Baca Juga: Jangan Cuma Modal Nekat, Ini 6 Backup Plan Setelah Resign yang Wajib Kamu Coba

Berikut adalah 6 tanda mutlak bahwa kamu sudah wajib resign dari tempat kerjamu sekarang:

1. Mengalami Kelelahan Fisik dan Mental (Burnout) yang Kronis

Stres sesekali karena tenggat waktu adalah hal wajar.

Namun, jika kamu mulai mengalami burnout berkepanjangan hingga memicu gejala fisik

seperti asam lambung naik, sakit kepala setiap pagi, rambut rontok, atau gangguan tidur ini adalah sinyal bahaya.

Terlebih jika kamu selalu merasa cemas dan mual setiap kali mengingat hari Senin (Sunday scaries).

Tubuhmu sedang memberikan alarm bahwa lingkungan tersebut sudah tidak sehat.

2. Berada di Lingkungan Kerja yang Toxic

Sebagus apa pun gaji yang ditawarkan, lingkungan kerja yang toxic perlahan akan menggerus kewarasanmu.

Tanda-tanda toxic workplace meliputi: atasan yang hobi memaki dan manipulatif (gaslighting), rekan kerja yang saling menjatuhkan, budaya gosip yang kental, hingga tidak adanya batasan yang jelas antara waktu kerja dan waktu istirahat pribadi (work-life boundary).

3. Tidak Ada Ruang untuk Berkembang (Stagnant)

Apakah kamu merasa melakukan hal yang itu-itu saja selama bertahun-tahun tanpa ada tantangan baru? Jika perusahaan tidak memberikan peluang promosi, tidak memfasilitasi pelatihan keterampilan baru, atau idemu selalu diabaikan, maka kariermu sedang mengalami stagnasi.

Kamu wajib resign untuk mencari tempat yang bisa mengapresiasi dan mengembangkan potensimu.

4. Gaji Tidak Sebanding dengan Beban Kerja (Underpaid)

Loyalitas memang penting, tetapi apresiasi finansial adalah alasan utama mengapa orang bekerja.

Jika beban kerja dan tanggung jawabmu terus bertambah tanpa diiringi dengan penyesuaian gaji yang masuk akal, berarti perusahaan sedang mengeksploitasimu.

Kamu berhak mencari tempat yang bersedia membayar profesionalitasmu dengan harga yang pantas (market rate).

5. Nilai Perusahaan Berbenturan dengan Prinsip Pribadi

Kenyamanan bekerja sangat dipengaruhi oleh keselarasan nilai (core values).

Jika kamu dipaksa melakukan hal-hal yang melanggar etika, membohongi klien, atau kebijakan perusahaan secara terang-terangan bertentangan dengan prinsip moral yang kamu yakini, sudah saatnya kamu angkat kaki.

Bertahan di sana hanya akan membuatmu kehilangan jati diri.

6. Kehilangan Motivasi Sepenuhnya (Quiet Quitting)

Tanda terakhir dan paling jujur adalah dari dalam dirimu sendiri. Kamu sudah tidak lagi peduli dengan nasib perusahaan.

Kamu hanya datang, melakukan pekerjaan ala kadarnya (bare minimum), tidak ingin berkontribusi lebih, dan hanya menunggu waktu pulang.

Kehilangan gairah atau passion secara total ini menunjukkan bahwa hatimu sebenarnya sudah lama resign, hanya fisikmu saja yang masih tertinggal di meja kantor.

Mengundurkan diri bukanlah sebuah kegagalan.

Terkadang, resign adalah bentuk penghormatan dan perlindungan terbaik terhadap nilai dan kesehatan dirimu sendiri.

Pastikan kamu mulai merapikan CV dan menyiapkan dana darurat sebelum mengambil langkah besar ini.

Baca Juga: Bukan Cuma Soal Gaji, Ternyata Ini Alasan Utama Karyawan Ramai-Ramai Resign Usai THR

(Mira)