Satgas PRR Kebut Pembangunan Fasilitas MCK dan Sumur Bor di Lokasi Bencana Sumatera

Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian
Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mengebut pembangunan fasilitas MCK dan sumur bor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Langkah cepat ini diambil guna memenuhi kebutuhan dasar para penyintas, sekaligus mencegah ancaman krisis kesehatan pascabencana alam yang melanda kawasan tersebut pada akhir tahun lalu.

Baca Juga: TNI AU Kerahkan Hercules, Terbangkan 240 Mahasiswa STIS untuk Data Bencana di Sumatera

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa ketersediaan air bersih dan sanitasi merupakan kebutuhan mutlak di lokasi terdampak. Pasalnya, bencana longsor dan banjir bandang telah merusak secara masif jaringan air bersih utama di tiga provinsi tersebut.

Berdasarkan pembaruan data Satgas PRR per 26 Februari 2026, progres pembangunan infrastruktur darurat ini menunjukkan hasil yang signifikan. Untuk sanitasi mandi, cuci, kakus (MCK), Satgas telah merampungkan 208 unit, atau mencapai 80 persen dari total target 257 unit di wilayah Sumatera.

Berikut adalah rincian progres pembangunan MCK darurat di tiga provinsi:

Provinsi Target Pembangunan Selesai Dibangun
Aceh 72 unit 54 unit
Sumatera Utara 139 unit 128 unit
Sumatera Barat 46 unit 21 unit

Sementara itu, realisasi pengadaan air bersih melalui fasilitas MCK dan sumur bor untuk kategori sumur bor tercatat telah mencapai 474 titik. Angka ini merepresentasikan 56 persen dari total target 836 sumur bor yang akan didirikan.

Berikut adalah rincian progres pengeboran sumur sumber air bersih: