3. Agen Regenerasi Hutan
Tikus liar di alam bebas berperan sebagai agen penyebar biji-bijian (seed dispersal).
Mereka memiliki kebiasaan mengumpulkan dan mengubur biji atau kacang-kacangan sebagai cadangan makanan di berbagai tempat.
Sering kali, tikus lupa atau mati sebelum sempat memakan cadangan tersebut.
Biji yang terkubur itu pada akhirnya tumbuh menjadi tunas pohon baru yang membantu proses penghijauan atau regenerasi hutan secara alami.
4. Pembersih Lingkungan Alami (Scavenger)
Sebagai hewan pemakan segala (omnivora), tikus di alam liar berfungsi sebagai pembersih lingkungan.
Mereka memakan sisa-sisa tumbuhan busuk, buah yang jatuh, hingga bangkai hewan kecil.
Aktivitas memakan sisa organik ini mempercepat proses dekomposisi atau penguraian, yang pada akhirnya mengembalikan nutrisi penting kembali ke dalam tanah.
Masalah dengan tikus sebenarnya hanya terjadi ketika hewan ini bermigrasi dari habitat aslinya ke pemukiman manusia akibat urbanisasi dan tumpukan sampah.
Di luar lingkungan manusia, tikus adalah roda penggerak ekosistem yang menjaga alam liar tetap berfungsi dan menjadi bagian krusial dalam kemajuan sains kesehatan.
Baca Juga: Dari Wakil Tuhan ke Tikus Got Gorong-gorong
(Mira)










