Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Sebuah kota di Australia Barat kini resmi menjadi “kota hantu” yang tidak lagi ditemukan di dalam peta negara tersebut.
Wittenoom, yang dulunya merupakan kota pertambangan aktif, kini menjadi simbol bencana kesehatan paling mematikan dalam sejarah Australia akibat paparan asbes biru (crocidolite).
Bencana ini bermula dari aktivitas pertambangan asbes yang dilakukan tanpa standar keselamatan memadai, hingga menyebabkan kematian sekitar 4.000 pekerja tambang.
Risiko kesehatan yang sangat tinggi memaksa pemerintah setempat mengambil langkah drastis untuk menutup total area tersebut.
Baca Juga: Perkuat Pertahanan, Australia Kucurkan Rp46 Triliun untuk Proyek Kapal Selam Nuklir AUKUS
Mengapa Wittenoom Dihapus dari Peta?
Langkah menghapus nama Wittenoom dari peta dilakukan pemerintah Australia Barat bukan tanpa alasan.
Hal ini bertujuan untuk mencegah orang-orang datang dan tinggal di sana, mengingat kontaminasi asbes di lokasi tersebut bersifat permanen dan sangat berbahaya bagi kesehatan.
Bangunan-bangunan yang tersisa telah dirobohkan, dan akses ke lokasi tersebut kini terlarang bagi siapa pun. Pelanggar yang nekat memasuki kawasan ini dapat dikenakan denda hingga 500 dolar Australia.
Jejak Bahaya yang Tertinggal
















