Antisipasi Lonjakan Konsumsi, Barantin Kerahkan 3.930 Personel untuk Pengawasan Pangan Ramadhan

Ilustrasi - Petugas Badan Karantina Indonesia melakukan pemeriksaan mutu komoditas pangan di area pelabuhan.
Ilustrasi - Petugas Badan Karantina Indonesia melakukan pemeriksaan mutu komoditas pangan di area pelabuhan. (Dok. Barantin)

“Tren lalu lintas komoditas pangan asal pertanian dan perikanan selama Ramadhan hingga Idulfitri, berdasarkan data dari Pusat Data dan Sistem Informasi, relatif meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, seperti beras, daging, ikan, telur, cabai, bawang, dan bahan pokok lainnya,” ujarnya.

Berdasarkan pencatatan sertifikasi di sistem Best Trust pada periode Ramadan tahun sebelumnya, total volume distribusi bahan pokok skala nasional melonjak tajam hingga 69 persen dengan total 5.604.000 ton.

Peningkatan paling mencolok terjadi pada komoditas perikanan seperti tuna dan cakalang yang meroket 137 persen, disusul distribusi beras yang naik sebesar 92 persen, serta jagung dengan peningkatan 18 persen.

Baca Juga: Karantina Kalbar Tahan Daging Kelelawar Ilegal di PLBN Aruk

Untuk mengakomodasi padatnya arus distribusi, layanan pengawasan pangan Ramadhan ini disebar di 38 provinsi di Indonesia. Sebanyak 161 satuan pelayanan aktif beroperasi di titik vital seperti bandara, pos lintas batas negara, pelabuhan, hingga kantor pos.

Para petugas juga disiagakan beroperasi penuh selama 24 jam setiap harinya guna mendukung optimalisasi pengawasan pangan Ramadhan, khususnya di wilayah dengan intensitas lalu lintas super padat seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

(Natash)