Jelang Musprov XI INKINDO Kalbar, Tiga Kandidat Bersaing Ketat Rebut Kursi Ketua

Suasana rapat persiapan panitia Musyawarah Provinsi (Musprov) XI INKINDO Kalimantan Barat untuk membahas agenda pemilihan ketua. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Suasana rapat persiapan panitia Musyawarah Provinsi (Musprov) XI INKINDO Kalimantan Barat untuk membahas agenda pemilihan ketua. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Musyawarah Provinsi (Musprov) XI Dewan Pengurus Provinsi Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (DPP INKINDO) Kalimantan Barat dipastikan akan digelar pada 8 April 2026.

Baca Juga: Pontianak Promosikan Kriya Unggulan di INACRAFT 2026, Buka Peluang Pasar Internasional

Agenda lima tahunan ini diprediksi akan berlangsung sengit, berubah menjadi arena pertarungan kekuatan, strategi, dan pengaruh di tubuh konsultan jasa konstruksi daerah, Kamis (05/02/2026).

Rapat persiapan telah digelar dan dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Pelaksanaan dan Pemilihan, Vetti Puryanti. Ia menjelaskan bahwa tema besar yang diusung dalam perhelatan ini adalah “Menciptakan Konsultan di Kalimantan Barat yang Mandiri dan Unggul.”

Namun, di balik narasi kemandirian tersebut, realitas politik organisasi mulai menunjukkan dinamika yang menghangat.

Ketua Panitia Pemilihan, Purwati, mengonfirmasi bahwa saat ini terdapat tiga bakal calon ketua yang telah resmi mendaftar untuk bertarung.

Ketiga nama tersebut adalah Zulham Effendy, Tirto Admojo, dan Dhieco Mahar Dhieca.

Baca Juga: Pontianak Catat Rata-rata Lama Sekolah Tertinggi di Kalbar, Pemkot Fokus Wajib Belajar 13 Tahun

Di permukaan, kontestasi ini tampak seperti persaingan sehat antar kandidat. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa kubu-kubu pengaruh mulai bergerak senyap.

Nama Zulham dan Tirto disebut-sebut mendapat dukungan dari faksi senior seperti Kubu Wibisana dan Kubu Bowo yang aktif mengonsolidasikan suara anggota.

Sementara itu, kemunculan Dhieco Mahar Dhieca sebagai figur muda memberikan warna berbeda dalam pemilihan kali ini.

Ia dianggap sebagai “Kuda Hitam” yang membawa semangat pembaruan, meski menghadapi tantangan besar dalam pusaran strategi dan lobi tingkat tinggi para senior.

Musprov kali ini dinilai bukan sekadar adu visi dan misi, melainkan juga adu jaringan dan daya tahan lobi.

Pertarungan para alumni teknik sipil ini dipastikan semakin memanas menjelang hari pemilihan, dengan manuver dukungan yang semakin intens demi merebut simpati anggota sebagai pemegang hak suara.

Ajang ini akan menjadi penentu arah masa depan INKINDO Kalbar, apakah benar-benar mampu melahirkan konsultan yang mandiri dan unggul sesuai tema yang diusung, atau justru kembali terjebak dalam politik kelompok.

(FR)