Prabowo Targetkan 18 Proyek Hilirisasi Prioritas 2026 Senilai Rp618 Triliun

Presiden Prabowo Subianto saat memberikan arahan mengenai 18 proyek strategis nasional dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan arahan mengenai 18 proyek strategis nasional dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor. (Dok. YouTube Sekretariat Presiden)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan ekonomi nasional melalui 18 proyek hilirisasi prioritas yang akan dibangun pada tahun 2026. Keseluruhan proyek strategis ini memiliki nilai investasi mencapai Rp618 triliun.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/2/2026).

Baca Juga: Akhir Pekan di Hambalang, Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri Bahas Semikonduktor hingga Hilirisasi

Dalam kesempatan itu, Prabowo menekankan perubahan paradigma investasi Indonesia yang tidak lagi memosisikan diri sebagai pemohon bantuan kepada negara lain.

Menurut Presiden, pemerintah kini membuka peluang kerja sama yang setara bagi investor asing melalui Danantara Indonesia.

Investor diundang untuk terlibat langsung dalam proyek hilirisasi prioritas yang mencakup berbagai sektor, mulai dari pertambangan, perikanan, hingga perkebunan.

“Sekarang kita tidak keluar negeri minta-minta investasi, kita mengajak dan kita punya kemampuan sekarang. Yang harus kita mulai, kita laksanakan adalah hilirisasi. Hilirisasi tahun ini ada 18 proyek prioritas 2026,” ujar Prabowo.

Adapun rincian 18 proyek yang menjadi fokus utama pemerintah meliputi pembangunan industri smelter aluminium (bauksit), industri stainless steel slab (nikel), industri oleo resin (pala), industri filet tilapia (ikan tilapia), serta modul surya integrasi yang berbahan baku bauksit dan silika.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan pembangunan industri DME (gasifikasi batu bara), industri copper rod, wire & tube (katoda tembaga), industri oleofood (kelapa sawit), industri carrageenan (rumput laut), industri bioavtur (minyak jelantah), industri aspal (aspal buton), dan industri besi baja (pasir besi).

Sektor lainnya yang turut dikembangkan adalah industri nata de coco, MCT, dan tepung kelapa, industri mangan sulfat, industri chemical grade alumina, industri chlor alkali plant (garam), hingga pembangunan oil storage tanks dan kilang minyak baru.