Faktakalbar.id, PIDIE JAYA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan percepatan dalam pemulihan pascabencana di wilayah Aceh.
Kabar baik datang dari Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, di mana proses pembangunan huntara (hunian sementara) telah dinyatakan rampung dan siap huni.
Baca Juga: BNPB Kebut Pembangunan 2.299 Huntara di Aceh Tamiang, Target Rampung Akhir Januari
Tenaga Ahli BNPB, Kolonel (Purn) Agus Marsanto, mengonfirmasi bahwa fasilitas tersebut ditujukan untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Sebanyak 10 kopel atau bangunan barak telah berdiri kokoh di lokasi relokasi.
“Sebanyak 10 kopel atau barak huntara yang diperuntukkan bagi 50 kepala keluarga (KK) telah selesai dibangun. Huntara yang telah dibangun sejak 1 Januari tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada pemerintah daerah untuk segera ditempati oleh masyarakat terdampak,” ujar Agus Marsanto.
Fasilitas Lengkap dan Spesifikasi Bangunan
Pembangunan huntara di Desa Manyang Cut ini memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi.
Dalam pengerjaannya, BNPB melibatkan perusahaan lokal setempat untuk mendukung ekonomi daerah.
Agar layak huni, setiap unit telah dilengkapi dengan fasilitas kebutuhan dasar seperti jaringan listrik dari PLN dan akses air bersih melalui sumur bor.
Secara teknis, hunian ini didesain untuk kenyamanan keluarga kecil. Setiap unit memiliki dimensi bangunan utama 3,6 meter x 4,8 meter.
Fasilitas sanitasi berupa kamar mandi berukuran 1,2 meter x 1,2 meter, serta dilengkapi teras depan berukuran 1,2 meter x 3,6 meter.
Selain 10 barak yang sudah selesai, BNPB juga tengah mengerjakan penambahan 13 barak lagi untuk menampung 65 KK tambahan dengan progres fisik saat ini mencapai 20 persen.










