Update Penanganan Bencana Sumatra: Progres Huntara, Jembatan Darurat, hingga Operasi Cuaca

Pekerjaan pembangunan Hunian Sementara Tahap I berlangsung di Nagari Anduring, Kecamatan Asam Pulau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Selasa (13/1). Sumber: BNPB
Pekerjaan pembangunan Hunian Sementara Tahap I berlangsung di Nagari Anduring, Kecamatan Asam Pulau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Selasa (13/1). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pemutakhiran data penanganan bencana di Sumatra, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Berdasarkan data per Senin (12/1), dampak bencana banjir dan tanah longsor mencatat angka korban jiwa yang signifikan.

Baca Juga: Kejar Target, Pembangunan Huntara di Aceh Timur Rampung Dalam Sepekan

Total korban meninggal dunia mencapai 1.189 jiwa. Rinciannya meliputi 550 jiwa di Aceh, 375 jiwa di Sumatera Utara, dan 231 jiwa di Sumatera Barat, serta 33 jenazah yang masih dalam proses identifikasi.

Selain itu, sebanyak 141 orang dilaporkan hilang dan 195.542 warga terpaksa mengungsi. Kabupaten Aceh Utara tercatat sebagai wilayah dengan jumlah pengungsi tertinggi, yakni mencapai 67.876 jiwa.

Percepatan Konektivitas dan Infrastruktur

Merespons kondisi darurat tersebut, pemerintah fokus pada pemulihan konektivitas antarwilayah.

BNPB memprioritaskan penyediaan 270 unit jembatan bailey yang tersebar di Aceh (137 unit), Sumatera Utara (27 unit), dan Sumatera Barat (106 unit).

“Hingga saat ini, sebanyak 20 unit jembatan bailey telah terpasang, 10 unit sedang dalam proses pemasangan, serta 117 unit jembatan Aramco telah dikirimkan khusus untuk wilayah Aceh,” tulis laporan resmi BNPB.

Progres signifikan terlihat di Kabupaten Aceh Tengah dengan rampungnya Jembatan Bailey Jamur Ujung di ruas jalan poros Bireuen–Takengon yang kini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat.

Sementara itu, perakitan Jembatan Krueng Pelang telah mencapai progres 80 persen. Kegiatan normalisasi sungai dan pembersihan fasilitas publik juga terus dikebut oleh Satgas gabungan.

Baca Juga: Kejar Target, Pembangunan Huntara di Palembayan Agam Harus Rampung Sebelum Ramadan

Progres Hunian Sementara (Huntara)

Pada sektor permukiman, pemerintah menargetkan pembangunan 27.575 unit Hunian Sementara (Huntara) untuk menangani 49.296 rumah yang mengalami rusak berat.

Saat ini, sebanyak 4.280 unit Huntara sedang dalam tahap pengerjaan fisik.

Di Provinsi Sumatera Barat, akselerasi pembangunan Huntara Tahap I difokuskan di Kabupaten Padang Pariaman, tepatnya di Nagari Anduring, Kecamatan Asam Pulau.

Sebanyak 34 unit hunian dengan berbagai tipe (couple, barak, dan single) tengah diselesaikan.