Baca Juga: Daftar 18 Proyek Hilirisasi, dari Bauksit Mempawah Hingga Aspal Buton
Sementara itu, untuk proyek SGAR baru di Mempawah, kebutuhan investasinya ditaksir mencapai US$890 juta atau sekitar Rp14,9 triliun.
Rosan menegaskan bahwa kedua proyek ini masuk dalam agenda prioritas yang akan segera diresmikan.
“Bauksit, refinery aluminium di Mempawah yang saya ingat ya,” tuturnya.
Integrasi dengan Proyek Inalum
Keterlibatan Danantara ini sejalan dengan langkah PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum.
Saat ini, Inalum tengah menggarap keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID) untuk SGAR Mempawah Fase II dan smelter aluminium di lokasi yang sama.
Sebagai informasi, Inalum sebelumnya telah merampungkan pembangunan SGAR Mempawah Fase I pada tahun 2024 lalu. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi mencapai 1 juta ton alumina per tahun.
Untuk pengembangan selanjutnya, SGAR Mempawah Fase II diproyeksikan mulai berproduksi pada tahun 2028.
Baca Juga: Perusahaan Inalum Butuh Pasokan Listrik Besar untuk Smelter di Mempawah
Target ini ditetapkan untuk mengimbangi investasi baru Inalum pada smelter aluminium yang juga direncanakan beroperasi di tahun yang sama.
Rencananya, proyek smelter aluminium yang akan dibangun berdekatan dengan dua pabrik alumina tersebut bakal memiliki kapasitas produksi 600.000 ton aluminium per tahun.
Guna memperlancar proses hilirisasi bauksit ini, Inalum juga tengah menjajaki mitra strategis yang ditargetkan dapat bergabung pada tahun ini.
(*Red)
















