“Pemprov Kalbar berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi pada tahun 2026, salah satunya melalui alokasi bantuan benih padi seluas 1.700 hektar untuk Kalbar, di mana 200 hektar di antaranya dialokasikan khusus untuk Kabupaten Mempawah,” tegas Krisantus.
Puncak acara nasional ini ditandai dengan prosesi menumbuk gabah padi secara simbolis oleh Presiden RI dari pusat kegiatan, serta penerimaan tanda jasa penghargaan atas keberhasilan Indonesia mencapai target swasembada pangan nasional yang melibatkan sekitar 2 juta petani.
Baca Juga: Dukung Swasembada Pangan, Polres Sanggau Berkolaborasi Tanam Jagung Bersama Masyarakat
Pengawalan Distribusi oleh Polri
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Pihaknya siap mengawal program pemerintah agar berjalan lancar hingga ke tingkat bawah.
“Polda Kalimantan Barat berkomitmen penuh mengawal program nasional Swasembada Pangan ini melalui peran Satgas Pangan dan Bhabinkamtibmas di kewilayahan. Kehadiran Bapak Irwasda Polda Kalbar dalam Panen Raya di Mempawah hari ini merupakan representasi dukungan Polri dalam memastikan distribusi sarana pertanian tepat sasaran serta menjaga stabilitas harga pangan di masyarakat,” jelas Bambang.
Bambang juga memberikan apresiasi kepada para petani yang menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kedaulatan pangan bangsa.
“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh Petani di Kalimantan Barat. Keberhasilan Swasembada Pangan tahun 2026 ini bukan hanya tentang ketersediaan beras, tetapi tentang kedaulatan bangsa dan kesejahteraan rakyat. Polri akan terus bersinergi dengan TNI dan Pemerintah Daerah untuk menjaga momentum keberhasilan ini,” pungkasnya.
Acara ini diikuti oleh sekitar 5.000 petani dan penyuluh baik secara daring maupun luring di wilayah Kalimantan Barat. Diharapkan produktivitas pertanian di Kecamatan Anjongan dapat terus meningkat dan menjadi motivasi bagi daerah lain.
(*Red)
















