Bukan Cuma Bajakah: 5 Akar Ajaib dari Hutan Kalimantan untuk Kesehatan dan Vitalitas

"Hutan Kalimantan adalah apotek dunia. Kenali khasiat Pasak Bumi, Akar Kuning, hingga Saluang Belum yang dipercaya suku Dayak sembuhkan berbagai penyakit."
Hutan Kalimantan adalah apotek dunia. Kenali khasiat Pasak Bumi, Akar Kuning, hingga Saluang Belum yang dipercaya suku Dayak sembuhkan berbagai penyakit. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Hutan hujan tropis Kalimantan sering dijuluki sebagai “Paru-paru Dunia”.

Namun bagi masyarakat lokal, khususnya suku Dayak, hutan ini lebih dari sekadar penghasil oksigen.

Ia adalah apotek raksasa yang menyediakan ribuan jenis tanaman obat untuk bertahan hidup selama berabad-abad.

Popularitas kayu Bajakah sempat meledak beberapa waktu lalu, tetapi tahukah Anda bahwa “harta karun” di tanah Borneo bukan hanya itu? Ada banyak jenis akar dan rimpang lain yang secara turun-temurun dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan hingga obat penyakit berat.

Baca Juga: Kayu Ajaib dari Borneo: 5 Manfaat Akar Bajakah dan Fakta Medis di Baliknya

Berikut adalah 5 jenis akar dan tanaman obat legendaris dari Kalimantan yang wajib Anda ketahui.

1. Pasak Bumi (Eurycoma longifolia)

Julukan: Raja Herbal Stamina

Jika bicara soal herbal Kalimantan, Pasak Bumi (atau Tongkat Ali) adalah rajanya. Tanaman ini sudah mendunia dan diakui secara ilmiah untuk meningkatkan vitalitas pria.

  • Manfaat Utama: Bagian akarnya mengandung senyawa eurycomanone yang terbukti meningkatkan kadar testosteron, memperbaiki libido, dan meningkatkan massa otot. Namun, tak hanya urusan ranjang, masyarakat lokal juga meminum air rebusan akar Pasak Bumi (yang rasanya sangat pahit) sebagai obat anti-malaria dan penurun panas demam.

2. Akar Kuning (Arcangelisia flava)

Julukan: Si Penjaga Hati (Liver)

Sesuai namanya, jika kulit batangnya dikelupas, akan terlihat warna kuning cerah yang mencolok. Akar kuning tumbuh merambat dan sering ditemukan di hutan-hutan primer Kalimantan.

  • Manfaat Utama: Ini adalah “musuh bebuyutan” penyakit kuning dan gangguan hati. Akar kuning dikenal ampuh memperbaiki fungsi hati (liver), mengobati hepatitis, dan memperbaiki sistem imun. Sifat antibiotik alaminya juga sering digunakan untuk mengobati cacingan dan penawar racun.

3. Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa)

Julukan: Bawang Hantu / Berlian Merah

Meskipun bentuknya umbi lapis (bukan akar kayu), tanaman ini tumbuh di dalam tanah dan menjadi primadona pengobatan alternatif. Berbeda dengan bawang merah bumbu dapur, Bawang Dayak tidak menyebabkan mata pedih dan tumbuh liar di hutan.

  • Manfaat Utama: Kandungan flavonoid dan antosianinnya yang tinggi membuat umbi ini berwarna merah pekat. Bawang Dayak sangat populer untuk membantu terapi penderita kanker payudara, mengatasi diabetes melitus, menurunkan hipertensi, dan menurunkan kolesterol jahat.

4. Saluang Belum (Luvunga sarmentosa)

Julukan: Ginsengnya Kalimantan

Saluang Belum memiliki arti “Saluang yang belum mati” atau menyimbolkan kekuatan hidup yang panjang. Akar ini sangat populer di kalangan pria dewasa di Kalimantan Tengah dan Selatan.

  • Manfaat Utama: Mirip dengan Pasak Bumi, Saluang Belum fokus pada peningkatan stamina dan keperkasaan pria. Akar ini dipercaya dapat melancarkan peredaran darah, mengatasi sakit pinggang, dan memulihkan energi setelah bekerja keras. Biasanya dikonsumsi dengan cara direndam dalam air panas atau dicampur ke dalam minuman teh.

5. Akar Tabat Barito (Ficus deltoidea)

Julukan: Sahabat Kaum Wanita

Jika Pasak Bumi identik dengan pria, maka Tabat Barito adalah sahabat bagi wanita. Tanaman ini sebenarnya masih berkerabat dengan tanaman beringin.

  • Manfaat Utama: Air rebusan Tabat Barito sangat diandalkan untuk kesehatan organ kewanitaan. Khasiatnya meliputi merapatkan organ intim, mengatasi keputihan, melancarkan siklus haid, hingga membantu pemulihan rahim pasca melahirkan. Selain itu, tanaman ini juga dikenal memiliki sifat anti-bakteri yang baik.

Kesimpulan: Kearifan yang Harus Dijaga

Mengonsumsi akar-akaran dari Kalimantan bukan sekadar mencari kesembuhan, tetapi juga menghargai kearifan lokal yang menjaga alam.

Sebagian besar tanaman ini diambil langsung dari hutan liar, sehingga keberadaannya sangat bergantung pada kelestarian hutan Borneo itu sendiri.

Bagi Anda yang ingin mencoba, pastikan membeli dari penjual terpercaya yang paham cara pengolahan dan dosisnya, karena obat herbal pun tetap memiliki aturan pakai.

Baca Juga: Lewat Program Packfest, Telkom Kalbar Bantu UMKM Minuman Bajakah “Herbame” Tembus Pasar Modern

(*Mira)