“Masalah utama yang harus segera dipecahkan adalah tata kelola masuk-keluar kendaraan dan ketersediaan tempat parkir…. Kalau tidak, (khawatir) habis bunga-bunga itu. Bunga, kemudian kotoran, merokok. Itu harus diantisipasi,” tandasnya.
Sukiryanto menjelaskan bahwa konsep pengelolaan di Kubu Raya memiliki tantangan tersendiri dibandingkan taman-taman di kota besar yang sepenuhnya mendapat pembiayaan APBN.
Oleh karena itu, pemerintah akan menerapkan pola pengelolaan berdasarkan analisis matang yang melibatkan berbagai pihak. Sukiryanto meminta tim teknis untuk mengkaji kemungkinan akses masuk bagi masyarakat umum.
Baca Juga: Resmikan Bundaran Gaforaya, Kubu Raya Himpun Rp500 Juta
“Kalau kita punya ini kan dari kita, untuk kita, yang harus kita jaga bersama… Intinya nanti analisa saja. Kalau memang memungkinkan boleh masuk, seperti apa polanya,” imbuhnya.
Rapat tersebut juga mengupas potensi kemitraan dengan pengusaha lokal. Sukiryanto menilai kolaborasi ini bisa menciptakan hubungan simbiosis mutualisme dalam merawat kawasan, termasuk dalam hal berbagi beban biaya.
(*Sari)
















