Faktakalbar.id, KUBU RAYA – Kawasan Jalan Mayor Alianyang, Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, yang sebelumnya dikenal kumuh dan semrawut, kini tampil dengan wajah baru.
Perubahan drastis ini diresmikan langsung oleh Bupati Kubu Raya, Sujiwo, dalam acara syukuran bersama para Pedagang Kaki Lima (PKL) setempat, Jumat (2/1/2026).
Baca Juga: Targetkan Naik ke Tipe C, Sujiwo Minta RSUD TBSI Rasau Jaya Genjot Kualitas Layanan
Sujiwo menegaskan bahwa penataan ini dilakukan dengan pendekatan humanis, bukan penggusuran paksa.
Hal ini merupakan respons pemerintah daerah atas keluhan masyarakat, namun tetap memprioritaskan keberlangsungan ekonomi rakyat kecil.
“Waktu itu mungkin ini salah satu kawasan terkumuh di Kabupaten Kubu Raya. Setelah ada laporan, saya langsung melihat… Alhamdulillah, setelah melalui diskusi, Allah memberi jalan terbaik,” ujar Sujiwo usai peresmian.
Etalase Wajah Indonesia
Menurut Sujiwo, urgensi penataan Jalan Mayor Alianyang sangat tinggi karena lokasinya yang strategis.
Kawasan ini merupakan akses utama menuju Terminal Antar Lintas Batas Negara (ALBN) Sungai Ambawang, yang menjadi gerbang bagi bus lintas negara dari Malaysia dan Brunei Darussalam.
“Ini wajahnya Indonesia dan juga wajahnya Kabupaten Kubu Raya. Semua orang dari Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, Sekadau, dan Sanggau yang ke Pontianak pasti lewat sini. Karena itu kebersihan dan kerapian harus dijaga,” tegasnya.
Negara Hadir Tanpa Menggusur
Dalam prosesnya, Sujiwo menekankan prinsip bahwa negara harus hadir memberikan solusi, bukan mematikan mata pencaharian.
Baca Juga: Bangunan Terlalu Dekat Jalan Picu Kemacetan, Bupati Sujiwo Turun Tangan Rencanakan Penataan
Bahkan, pemerintah memfasilitasi kebutuhan perbaikan seperti cat untuk lapak pedagang.
















