Pascabencana Aceh, Target Pemulihan Jalan Nasional dan Jembatan Resmi Tercapai

Dua unit ekskavator TNI AD sedang mengeruk tanah lumpur dan puing kayu di jalanan rusak akibat longsor di daerah perbukitan. (Dok. BNPB)
Dua unit ekskavator TNI AD sedang mengeruk tanah lumpur dan puing kayu di jalanan rusak akibat longsor di daerah perbukitan. (Dok. BNPB)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Upaya pemulihan infrastruktur pascabencana di Provinsi Aceh menunjukkan hasil positif di awal tahun.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan target pemulihan jalan nasional telah tercapai sepenuhnya per hari ini, Kamis (1/1/2026). Akses mobilitas antarwilayah yang sempat terputus kini kembali terhubung.

Baca Juga: Gerak Cepat Yonzipur I/DD, 51 Km Akses Jalan Lumpuh di Tapteng Kini Tembus Kembali

BNPB selaku koordinator Pos Pendamping Nasional merilis bahwa target yang sebelumnya ditetapkan rampung pada 30 Desember 2025 kini telah terealisasi. Sebanyak 13 titik ruas jalan nasional saat ini berstatus fungsional.

Konektivitas Jalur Utama Pulih

Meskipun beberapa akses harus menggunakan jalur alternatif, konektivitas antar-kabupaten/kota di Aceh dipastikan aman.

Sebagai contoh, jalur Bireuen-Bener Meriah dan Bener Meriah-Aceh Tengah kini dapat dilalui menggunakan jalur alternatif di Jembatan Weihni Enang-Enang dan Jembatan Jamu Ujung.

Selain itu, jalur vital lainnya juga sudah terhubung, meliputi:

  • Banda Aceh ke Medan (via jalur timur).

  • Banda Aceh – Nagan Raya hingga Medan (via jalur barat).

  • Nagan Raya ke Takengon.

  • Lhokseumawe ke Takengon (via jalur KKA).

  • Pidie ke Takengon.

Untuk ruas jalan Genting Gerbang – Simpang Uning yang sempat terhambat, warga kini dapat menggunakan jalur alternatif di Jembatan Titi Merah. Sementara itu, jalur Takengon-Blangkejeren masih dalam proses pemulihan lanjutan.