Faktakalbar.id, ST. PETERSBURG – Babak baru hubungan ekonomi Indonesia dengan kawasan Eropa Timur dan Asia Tengah resmi dimulai.
Setelah melalui proses perundingan selama dua tahun, Indonesia dan Negara-negara Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) akhirnya menandatangani perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement) pada Minggu (21/12/2025) di St. Petersburg, Rusia.
Baca Juga: Sah! Indonesia-Eurasia Teken FTA, Tarif Ekspor-Impor Mayoritas Dipangkas Jadi 2 Persen
Penandatanganan dokumen strategis ini dilakukan oleh Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, dan disaksikan langsung oleh para kepala pemerintahan negara anggota EAEU, termasuk Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin.
EAEU sendiri merupakan blok ekonomi yang beranggotakan Rusia, Kazakhstan, Belarusia, Armenia, dan Kirgyzstan.
Putin: 90 Persen Komoditas Bebas Hambatan
Dalam sambutannya, Presiden Vladimir Putin menyambut positif kesepakatan ini.
Ia menegaskan bahwa perjanjian ini akan menciptakan rezim perdagangan bebas yang mencakup mayoritas besar komoditas perdagangan kedua belah pihak.
“Dokumen serupa akan ditandatangani hari ini antara Masyarakat Ekonomi Eurasia dan Indonesia: Akan membentuk rezim perdagangan bebas untuk lebih dari 90% nomenklatur komoditas dan sekitar 95% perputaran perdagangan timbal balik,” ungkap Putin.
Putin menambahkan, kerja sama ini membuka prospek cerah bagi lima negara anggota EAEU untuk memperdalam interaksi dengan Indonesia, yang dinilainya sebagai salah satu ekonomi terbesar dan paling dinamis di Asia.
Bidik Pasar Nontradisional
Bagi Indonesia, kerja sama ini dinilai sangat strategis untuk menembus pasar nontradisional.
Kawasan Eurasia memiliki potensi pasar raksasa dengan populasi 180 juta penduduk dan total Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai US$ 2,56 triliun.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengimbau para eksportir nasional untuk segera memanfaatkan fasilitas ini guna menggenjot pengiriman produk andalan seperti minyak sawit, kopi, dan kakao.
















