Bekali Kemampuan Tahan Banting, Menlatpur Kostrad Latih Awak Media Navigasi Darat dan GPS

Seorang peserta pelatihan sedang melakukan pencocokan koordinat peta dengan tanda medan (waypoint) yang terpasang di pohon saat praktik navigasi darat di Menlatpur Kostrad Sanggabuana, Karawang, Rabu (17/12/2025). (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Seorang peserta pelatihan sedang melakukan pencocokan koordinat peta dengan tanda medan (waypoint) yang terpasang di pohon saat praktik navigasi darat di Menlatpur Kostrad Sanggabuana, Karawang, Rabu (17/12/2025). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, KARAWANG – Guna menunjang keselamatan dan profesionalisme jurnalis saat bertugas di medan sulit, Resimen Latihan Tempur (Menlatpur) Kostrad menggelar pelatihan khusus navigasi darat bagi awak media.

Kegiatan pembekalan ini berlangsung di kawasan latihan Menlatpur Kostrad Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (17/12/2025).

Baca Juga: Jaga Stabilitas Perairan, TNI AL Gelar Latihan Pengamanan Objek Vital Nasional di Sungai Kapuas

Materi utama yang diberikan oleh pelatih Menlatpur difokuskan pada penguasaan teknologi Global Positioning System (GPS).

Para jurnalis diajarkan cara memahami fungsi GPS, teknik pembacaan koordinat yang akurat, serta bagaimana menentukan arah dan tujuan pergerakan di medan yang asing.

Simulasi Siang dan Malam

Pelatihan tidak hanya dilakukan di siang hari.

Untuk memaksimalkan kemampuan adaptasi, para peserta juga diuji melalui latihan navigasi malam hari.

Baca Juga: Gemblengan Brutal Kopassus di Brunei Bikin Prajurit Pingsan, Tapi Hasilnya Bikin Malaysia Segan

Dalam sesi ini, awak media ditantang untuk memadukan penggunaan teknologi GPS dengan alat navigasi konvensional seperti kompas prisma guna menemukan titik koordinat yang telah ditentukan.

Langkah ini dinilai krusial mengingat tugas jurnalis sering kali bersinggungan dengan area berisiko tinggi.

“Kegiatan ini diharapkan membekali awak media dengan kemampuan teknis yang memadai untuk mendukung peliputan lapangan yang aman, profesional, dan bertanggung jawab,” ungkap pihak penyelenggara.

Keahlian navigasi ini menjadi modal vital bagi jurnalis, khususnya ketika harus melakukan peliputan di daerah rawan bencana, zona konflik, maupun medan berat seperti hutan dan pegunungan di mana orientasi arah menjadi kunci keselamatan.

(ra)