Bidik Kemandirian Sektor Strategis, RI-Rusia Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Teknologi Tanpa Awak

Menperin Agus Gumiwang dan delegasi Rusia berdiri di panggung dengan latar belakang layar bertuliskan Indonesia-Russia Business Matching Road to INNOPROM 2026. (Dok. Kemenperin RI)
Menperin Agus Gumiwang dan delegasi Rusia berdiri di panggung dengan latar belakang layar bertuliskan Indonesia-Russia Business Matching Road to INNOPROM 2026. (Dok. Kemenperin RI)

Faktakalbar.id, MOSKOW – Hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia semakin strategis dengan fokus baru pada pengembangan industri berat dan teknologi tinggi yang berkaitan dengan pertahanan.

Menteri Perindustrian (Menperin) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengungkapkan bahwa kedua negara tengah menjajaki penyelesaian dokumen penting kerja sama industri, salah satunya adalah Memorandum of Understanding (MoU) di Bidang Perkapalan (Shipbuilding).

Baca Juga: Usai Lawatan dari Rusia, Presiden Prabowo Langsung Tinjau Penanganan Bencana di Sumatra

Kerja sama ini dinilai vital untuk memperkuat kapasitas industri maritim nasional yang juga bersinggungan erat dengan kebutuhan alat utama sistem senjata (alutsista) laut.

Hal ini disampaikan Agus saat menghadiri pertemuan bilateral dan membuka Indonesia-Russia Business Matching di Moskow, awal Desember 2025.

“Kami berharap, MoU lainnya dapat segera diselesaikan sehingga memberikan kejelasan kerangka kolaborasi bagi industri besar maupun IKM kedua negara,” tutur Agus.

Fokus Teknologi Drone dan Transfer Teknologi

Selain sektor perkapalan, Indonesia juga mempertegas posisi dalam kerja sama teknologi canggih melalui partisipasi di BRICS Centre for Industrial Competences (BCIC).

Fokus kerja sama ini mencakup pengembangan transportasi tanpa awak (unmanned transport) atau drone, yang memiliki potensi aplikasi ganda (dual-use) baik untuk sipil maupun militer.

Baca Juga: Konflik Perbatasan Memanas, RI Desak Thailand dan Kamboja Patuhi ‘Kuala Lumpur Peace Accord’

Agus menilai platform BCIC sangat strategis untuk mempercepat modernisasi industri nasional melalui skema transfer teknologi.