Faktakalbar.id, KAYONG UTARA – Masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir Kabupaten Kayong Utara diminta untuk meningkatkan kewaspadaan hingga akhir pekan ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait potensi kembalinya banjir rob akibat kombinasi pasang air laut maksimum dan curah hujan tinggi.
Merespons kondisi darurat dan dampak genangan yang sudah terjadi, distribusi bantuan logistik mulai disalurkan ke titik-titik rawan pada Jumat (12/12/2025).
Paket bantuan pangan berupa beras dan mi instan didistribusikan secara berjenjang melalui kepolisian sektor (Polsek) untuk menjangkau warga terdampak di kecamatan prioritas.
Peringatan Dini BMKG: Waspada Pagi Menjelang Siang
Berdasarkan data terbaru BMKG, dinamika atmosfer di wilayah Kalimantan bagian barat menunjukkan peningkatan aktivitas monsun.
Hal ini memicu pertemuan massa udara yang berpotensi menciptakan awan hujan lebih cepat.
Masyarakat di wilayah Sukadana, Teluk Batang, Pulau Maya, dan Simpang Hilir diminta mewaspadai tiga faktor utama:
- Pasang Laut Maksimum: Fenomena pasang air laut dengan ketinggian signifikan diprediksi terjadi pada pagi menjelang siang. Kondisi ini menjadi pemicu utama banjir rob di pemukiman pesisir.
- Debit Air Meningkat: Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur hulu sungai menyebabkan peningkatan debit air. Jika arus sungai ini bertemu dengan pasang laut, genangan air di daratan akan sulit surut.
- Kelembapan Tinggi: Suhu udara tercatat berkisar 24°C–31°C dengan tingkat kelembapan mencapai 97%. Kondisi lembap ini mempercepat pembentukan awan badai yang berpotensi membawa angin kencang serta kilat/petir.
Distribusi Logistik ke Wilayah Terdampak





















