Masih Percaya “Bau Tangan”? Ini 5 Mitos Parenting Indonesia yang Harus Ditinggalkan

"Sering dengar bayi jangan digendong nanti bau tangan? Atau bedong harus kencang biar kaki lurus? Simak fakta medis di balik 5 mitos parenting populer di Indonesia ini. "
Sering dengar bayi jangan digendong nanti bau tangan? Atau bedong harus kencang biar kaki lurus? Simak fakta medis di balik 5 mitos parenting populer di Indonesia ini. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Menjadi orang tua baru di Indonesia itu “seru”.

Selain harus beradaptasi dengan kehadiran si kecil, Anda juga akan dibanjiri ribuan nasihat dari nenek, tante, hingga tetangga sebelah rumah.

Kalimat saktinya biasanya diawali dengan: “Kata orang tua dulu…” atau “Jangan gitu, nanti pamali!”

Meskipun niatnya baik, sayangnya tidak semua nasihat turun-temurun itu benar secara medis.

Baca Juga: Pakar Parenting: Ingin Hubungan dengan Anak Membaik? Lunasi Dulu Hutang Pengasuhan

Beberapa di antaranya justru hanya mitos yang jika diteruskan malah bisa menghambat tumbuh kembang anak atau bahkan membahayakan.

Agar tidak tersesat dalam informasi yang simpang siur, mari kita bedah 5 mitos parenting paling legendaris di Indonesia beserta faktanya.

1. “Jangan Sering Digendong, Nanti Bau Tangan!”

Ini adalah mitos juara satu di Indonesia.

Orang tua sering dilarang menggendong bayi yang menangis karena takut anak menjadi manja dan tidak mau diletakkan di kasur.

Faktanya

Istilah “bau tangan” itu tidak ada dalam kamus medis.

Bayi, terutama di 3 bulan pertama kehidupannya (trimester keempat), sangat membutuhkan skin-to-skin contact.

Menggendong bayi bukan memanjakan, melainkan memenuhi kebutuhan dasarnya akan rasa aman.

Justru, bayi yang sering dipeluk dan digendong saat menangis akan tumbuh menjadi anak yang lebih percaya diri dan tenang karena tangki emosinya terpenuhi.

2. “Bedong Bayi Harus Kencang Biar Kakinya Lurus”

Di Indonesia, membedong bayi sering kali dilakukan sangat ketat, bahkan kaki bayi ditarik paksa agar lurus bak lilin.

Katanya, kalau tidak dibedong kuat, nanti kaki anak jadi letter O atau X.

Faktanya

Secara anatomis, kaki bayi baru lahir memang cenderung menekuk (seperti kodok) karena posisi mereka meringkuk di dalam rahim selama 9 bulan.

Memaksa meluruskan kaki bayi dengan bedong ketat justru berisiko menyebabkan Hip Dysplasia (pergeseran sendi panggul).

Bedonglah bayi dengan longgar di bagian kaki agar mereka tetap bisa bergerak bebas.

Kaki bayi akan lurus secara alami seiring berjalannya waktu saat mereka mulai belajar jalan.