Baca Juga: 16 Warga Masih Hilang, Masa Pencarian Korban Longsor Banjarnegara Diperpanjang
Di sisi lain, teknologi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga diterapkan untuk menghalau awan hujan.
Hal ini krusial untuk mencegah turunnya hujan yang dapat membahayakan tim penyelamat dan menghambat proses penggalian di hari terakhir agar berlangsung lebih aman dan efektif.
Doa Bersama dan Keikhlasan Keluarga
Di luar hiruk-pikuk alat berat, suasana haru menyelimuti Posko Utama Penanganan Darurat di Kantor Kecamatan Pandanarum pada Senin (24/11) malam.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara bersama BNPB, Basarnas, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan memfasilitasi pertemuan kekeluargaan dengan para ahli waris korban.
Dalam pertemuan tersebut, doa bersama dipanjatkan. Dukungan moral diberikan untuk menguatkan hati keluarga dalam menghadapi apapun hasil dari keputusan akhir operasi ini.
Harapan tetap menggantung, setipis apa pun itu. Keluarga menantikan kabar baik dari kerja tak kenal lelah para personel di lapangan.
Namun, mereka juga telah menyatakan keikhlasan apabila upaya terakhir ini tidak menemukan hasil seperti yang diharapkan.
Hari ini menjadi penentu, apakah ada titik terang dari balik ladang lumpur yang basah, atau justru menjadi penutup dari sebuah ikhtiar kemanusiaan yang telah dilakukan dengan sepenuh tenaga dan hati.
Seluruh proses telah dijalankan dengan kesungguhan, profesionalisme, dan dedikasi tinggi demi menghormati para korban dan memberikan kepastian bagi keluarga yang menanti.
Baca Juga: Langit ‘Disulap’ Cerah, Operasi SAR Banjarnegara Ditambah 3 Hari Buru 16 Korban
(*Red)
















