Faktakalbar.id, NASIONAL – Laporan investigasi terbaru dari organisasi lingkungan Auriga Nusantara (Indonesia) dan Earthsight (Inggris) mengungkap fakta mengkhawatirkan.
Laporan bertajuk “Risky Business” (Tercemar Deforestasi) tersebut membeberkan bahwa pembabatan hutan di Kalimantan, yang menghancurkan habitat orang utan (Pongo Pygmacus), terkait erat dengan pasokan kayu keras (hardwood) untuk pasar Eropa.
Investigasi ini dilakukan dengan menganalisis sekitar 10.000 dokumen Rencana Pemenuhan Bahan Baku Industri (RPBBI) dari Kementerian Kehutanan.
Hasilnya, teridentifikasi 65 industri yang menerima dan mengolah kayu dari pembabatan hutan alam, yang sebagian besar berlokasi di Kalimantan.
Laporan tersebut menegaskan bahwa temuan ini adalah yang pertama kalinya menganalisis RPBBI secara komprehensif terkait deforestasi.
Lebih lanjut, data tersebut digabungkan dengan data peredaran kayu Indonesia-Eropa, yang mengungkap bahwa lima besar pengguna kayu deforestasi pada tahun 2024 seluruhnya menjual produk kayu ke Eropa.
Ketua Auriga Nusantara, Timer Manurung, menyatakan bahwa tim penelisik lapangan mereka menyaksikan ribuan hektare hutan alam di Kalimantan Tengah yang merupakan salah satu pusat sarang orang utan tersisa telah dibabat.
















