Banjir Semarang dan Grobogan Meluas, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Tim BNPB mempersiapkan bahan semai (NaCl) di pesawat Cessna Caravan PK-SNM di Bandara Ahmad Yani, Semarang, untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna menangani banjir di Semarang dan Grobogan, Sabtu (25/10).
Tim BNPB mempersiapkan bahan semai (NaCl) di pesawat Cessna Caravan PK-SNM di Bandara Ahmad Yani, Semarang, untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna menangani banjir di Semarang dan Grobogan, Sabtu (25/10). Foto: HO/Faktakalbar.id

BPBD Kota Semarang mencatat, 4.265 jiwa di Genuk dan 33.915 jiwa di Muktiharjo Kidul terdampak banjir. Meski demikian, hingga Jumat malam, belum ada laporan warga yang mengungsi.

Baca Juga: Cegah Bencana Akibat Cuaca Ekstrem, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Jawa Barat

Upaya penanganan darurat terkendala oleh fasilitas pompa. Di Rumah Pompa Tenggang, hanya dua dari enam pompa yang beroperasi karena empat lainnya sedang dalam proses peningkatan.

Begitu pula di Rumah Pompa Sringin, tiga unit pompa sedang dalam perbaikan.

Situasi tak kalah parah terjadi di Kabupaten Grobogan, yang dilanda banjir sejak Selasa (21/10).

Banjir ini dipicu kombinasi curah hujan ekstrem, luapan lima sungai besar (Serang, Lusi, Tuntang, Renggong, dan Jajar), serta jebolnya tanggul di dua lokasi.

Hingga Jumat (24/10) malam, BPBD Kabupaten Grobogan mencatat 2.263 rumah di 28 desa pada 14 kecamatan terdampak. Genangan juga merendam 285 hektare areal persawahan.

Di Kecamatan Gubug, tanggul kanan Kali Tuntang jebol tepat di sisi rel kereta api lintas Jakarta–Surabaya. Kondisi ini mengharuskan PT KAI DAOP IV Semarang turun melakukan penanganan darurat bersama BBWS dan BPBD.

BMKG memprediksi curah hujan tinggi di Jawa Tengah masih akan berlangsung hingga awal November, dipengaruhi fenomena MJO dan gelombang Rossby ekuatorial.

OMC yang digelar BNPB akan berlangsung selama tiga hingga lima hari sebagai upaya mitigasi jangka pendek.

Baca Juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca di Jawa Timur dan Jawa Barat

BNPB menegaskan bahwa solusi akar masalah banjir di Semarang dan Grobogan tetap terletak pada perbaikan tata ruang, drainase, dan normalisasi sungai.

“Modifikasi cuaca hanya memberi jeda, bukan jawaban akhir dari permasalahan banjir,” tutup pernyataan tersebut, sembari mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan.

(*Red)