Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, telah mengumumkan persetujuan Presiden Prabowo Subianto terhadap rencana mandatori E10.
Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi solusi ganda: menekan angka impor BBM yang membebani negara dan menghasilkan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
Dari sisi teknis, pemerintah optimistis kendaraan di Indonesia siap menerima bahan bakar baru ini.
Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan bahwa mayoritas mobil di tanah air sudah kompatibel dengan BBM yang mengandung etanol hingga 20%, sehingga program E10 dinilai tidak akan menemui kendala teknis pada kendaraan.
Baca Juga: Heboh Isu Pertalite Campur Etanol, Pertamina Beri Penjelasan Tegas
(*Mira)
















