Dalam kunjungan tersebut, jet tempur J-10C dilaporkan ditawarkan secara langsung kepada Indonesia.
Pemerintah juga telah membuka pintu bagi alutsista buatan China selama memenuhi kriteria yang dibutuhkan.
Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto, pada Rabu (4/6/2025) lalu menegaskan bahwa faktor kualitas, kebutuhan teknis, dan harga menjadi pertimbangan utama.
“Kalau memang kita evaluasi, pesawat ini bagus, ya memenuhi kriteria yang kita tetapkan, apalagi harganya murah, ya kenapa tidak,” kata Donny, seperti dilansir dari Antara.
Dengan adanya sinyal hijau dari Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, kehadiran jet tempur multiperan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan daya gentar TNI AU dalam menjaga kedaulatan udara nasional.
(*Red)
















