Manajemen SPBU Lintang Batang Bantah Isu Mafia Migas Subsidi: “Insiden Murni Kecelakaan Teknis, Bukan Perebutan Solar”

Truk menabrak mesin pengisian di SPBU Lintang Batang. (Dok. Faktakalbar.id)
Truk menabrak mesin pengisian di SPBU Lintang Batang. (Dok. Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, KUBU RAYA – Setelah ramai pemberitaan dan beredarnya video insiden truk menabrak mesin pengisian di SPBU Lintang Batang, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Fakta Kalbar mencoba mencoba mengkonfirmasi langsung ke SPBU tersebut.

Baca Juga: SPBU Desa Kapur Tak Cantumkan Solar di Totem, Munculkan Kecurigaan Publik

Kusnadi, manajer SPBU Lintang Batang, menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak ada kaitannya dengan perebutan solar subsidi ataupun praktik penyalahgunaan BBM sebagaimana ramai dispekulasikan di media sosial.

“Kejadiannya bukan karena berebut solar subsidi, tapi murni kecelakaan teknis. Saat itu kami sedang lembur melakukan pengisian Dexlite, bukan solar,” kata Kusnadi kepada Fakta Kalbar, Jumat (10/10/2025).

Ia menjelaskan kronologi kejadian pada Kamis malam, 9 Oktober 2025.

Operasional SPBU berjalan normal dari pukul 07.00 hingga 23.00 WIB.

Di akhir jam kerja, ada permintaan pengisian bahan bakar Dexlite, sehingga operator bekerja lembur.

“Setelah pengisian selesai, sopir truk mengira selang hose sudah dicabut dari nozzle. Saat kendaraan berjalan, selang tertarik dan menyebabkan dispenser Dexlite tumbang, lalu menimpa dispenser Pertamax,” ujar Kusnadi.

Akibat insiden tersebut, dua dispenser mengalami kerusakan dan saat ini sedang diperbaiki agar bisa segera dioperasikan kembali.