Selain beraksi di bidang pemberantasan narkoba, Ahrie juga pernah tergabung dalam Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Nemangkawi yang bertugas menumpas kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.
Pada tahun 2020, nama Ahrie juga mencuat karena keterlibatannya dalam penangkapan buronan kelas kakap Djoko Tjandra, terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, di Malaysia. Ia ikut menjemput Djoko bersama Listyo Sigit Prabowo, yang saat itu masih menjabat Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.
Karier Ahrie semakin menanjak ketika ia didapuk menjadi Sekretaris Pribadi (Sekpri) Listyo Sigit saat menjabat sebagai Kepala Polri. Kini, ia tengah mengemban tugas sebagai Penyelidik Pengamanan Internal Utama Tingkat II (TK. II) Propam Polri.
Pada tahun 2024 lalu, Ahrie juga mendapat penugasan khusus sebagai salah satu ajudan Presiden Prabowo Subianto, sebuah peran yang semakin memperkuat posisinya di lingkaran elite kekuasaan.
(*Red)
















