Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Dalam khazanah sastra dan budaya yang dipotret melalui Ronggeng Dukuh Paruk, terdapat satu fase krusial yang terus memicu perdebatan: Buka Kelambu.
Meski sering dianggap sebagai bagian dari ritus inisiasi seorang penari, praktik ini sejatinya menyisakan luka mendalam bagi martabat perempuan.
Komodifikasi Tubuh di Atas Panggung Adat
Tradisi Buka Kelambu pada dasarnya adalah sayembara memperebutkan keperawanan seorang calon ronggeng oleh lelaki dengan tawaran harga tertinggi.
Di titik inilah, nilai seorang manusia direduksi menjadi sekadar komoditas ekonomi. Keperawanan yang seharusnya menjadi hak privasi dan kedaulatan individu, justru dilelang demi status sosial dan ekonomi dusun.
Hilangnya Body Autonomy Perempuan
Salah satu bentuk pelecehan paling nyata dalam tradisi ini adalah hilangnya hak atas tubuh sendiri atau body autonomy.
Calon penari tidak memiliki kuasa untuk menolak siapa pun lelaki yang memenangkan sayembara tersebut.
















