Diguncang Magnitudo 5,0 Dini Hari, BMKG Pastikan Gempa Maluku Barat Daya Tak Berpotensi Tsunami

Peta visualisasi titik episenter gempa bumi yang mengguncang perairan wilayah Maluku Barat Daya dan Laut Banda berdasarkan pemantauan resmi BMKG.
Peta visualisasi titik episenter gempa bumi yang mengguncang perairan wilayah Maluku Barat Daya dan Laut Banda berdasarkan pemantauan resmi BMKG. (Dok. BMKG)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Rentetan gempa bumi tektonik mengguncang wilayah perairan timur Indonesia pada Selasa (3/3/2026) dini hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya dua lindu yang berdekatan waktunya, di mana salah satunya merupakan peristiwa gempa Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, dengan kekuatan magnitudo 5,0 yang dipastikan tidak memicu ancaman gelombang tsunami.

Baca Juga: Guncangan Sesar Adang di Sintang, Gempa Tektonik M3,2 Terjadi di Kedalaman Dangkal

Berdasarkan data rilis resmi melalui laman BMKG, peristiwa gempa Maluku Barat Daya ini tercatat terjadi tepat pada pukul 00.40 WIB. Titik episenter gempa bumi tersebut terpantau berada pada titik koordinat 7,76 Lintang Selatan (LS) dan 127,77 Bujur Timur (BT). Pusat getaran tektonik ini berjarak sekitar 43 kilometer arah barat laut dari pusat pemerintahan Kabupaten Maluku Barat Daya.

Lebih rinci, statistik BMKG mencatat bahwa pusat gempa (hiposenter) berada pada kedalaman menengah, yakni 91 kilometer di bawah permukaan laut.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG dengan tegas memastikan bahwa gempa bumi yang terjadi murni aktivitas tektonik biasa dan tidak berpotensi memicu gelombang tsunami. Oleh karena itu, masyarakat di kawasan pesisir diimbau untuk tetap tenang.

Pada waktu yang nyaris bersamaan, sistem peringatan dini BMKG juga mendeteksi adanya aktivitas seismik lain yang tak kalah signifikan. Sebuah gempa bumi susulan atau kejadian terpisah dengan kekuatan magnitudo 5,1 turut mengguncang kawasan perairan Laut Banda.

Untuk kejadian gempa di kawasan Laut Banda ini, BMKG merinci bahwa lokasi episenternya berada pada titik koordinat 7,82 Lintang Selatan (LS) dan 127,75 Bujur Timur (BT). Lindu kedua ini memiliki hiposenter yang sedikit lebih dalam dibandingkan kejadian pertama, yakni tercatat pada kedalaman 102 kilometer.

Sama halnya dengan gempa pertama, otoritas BMKG secara resmi menyatakan bahwa guncangan tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 di Laut Banda tersebut juga dipastikan dalam status aman dan tidak berpotensi memicu terjadinya tsunami yang dapat mengancam keselamatan warga pesisir.