Faktakalbar.id, NASIONAL — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis rangkuman kejadian bencana hidrometeorologi basah yang melanda berbagai wilayah Indonesia dalam periode 3-4 April 2026.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang mendominasi laporan dampak, mulai dari Pulau Jawa, Nusa Tenggara, hingga Kalimantan dan Sulawesi.
Di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), angin kencang melanda Desa Pengadang, Kabupaten Lombok Tengah, pada Jumat (3/4/2026) siang. Insiden pohon tumbang akibat terpaan angin dilaporkan menimpa seorang warga hingga meninggal dunia.
Selain itu, angin puting beliung juga menerjang Kabupaten Dompu yang mengakibatkan 20 unit rumah rusak serta satu truk kontainer tertimpa pohon.
Baca Juga: Sinergi Pusat dan Daerah, BNPB Tinjau 41 Bangunan Terdampak Gempa M 7,6 di Kota Bitung
Bergeser ke Pulau Kalimantan, Kabupaten Tapin di Kalimantan Selatan juga terdampak cuaca ekstrem. Sedikitnya 20 rumah warga di enam desa dan satu kelurahan mengalami kerusakan, dengan rincian tujuh unit rusak berat.
Kerusakan mayoritas terjadi pada bagian atap bangunan, termasuk dua fasilitas pendidikan dan satu fasilitas umum.
Sementara itu, di Provinsi Sulawesi Tengah, hujan deras memicu luapan sungai di Kabupaten Parigi Moutong. Banjir merendam lima desa di Kecamatan Moutong dan Taopa, yang berdampak pada 35 kepala keluarga.
Sebanyak lima keluarga dilaporkan harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman karena pemukiman mereka tergenang air.
BNPB menekankan bahwa periode pancaroba atau peralihan musim saat ini memicu perubahan cuaca yang fluktuatif dan tiba-tiba. Masyarakat diminta untuk mewaspadai potensi pohon tumbang maupun papan reklame yang rentan roboh saat angin kencang terjadi.
“Segera lakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman apabila hujan dan angin kencang berlangsung terus-menerus lebih dari satu jam,” tulis BNPB dalam imbauan resminya kepada masyarakat, Sabtu (4/4/2026).
Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih mengancam sejumlah wilayah termasuk Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, hingga Papua hingga 6 April 2026. Kondisi ini diprediksi dapat memicu bencana susulan seperti banjir dan tanah longsor.
BNPB menginstruksikan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel di lapangan guna mempercepat penanganan darurat dan kaji cepat jika terjadi bencana mendadak di wilayah masing-masing.
Baca Juga: Instruksi Presiden Prabowo, Kepala BNPB Pastikan Perbaikan Rumah Terdampak Gempa M 7,6 di Manado
(Mira)
















