Mengenal Tiga Gaya Keterikatan (Attachment Style) dalam Hubungan

"Pelajari tiga gaya keterikatan (secure, avoidant, anxious) yang memengaruhi hubungan. Memahami attachment style bisa membantu membangun komunikasi dan koneksi yang lebih sehat."
Pelajari tiga gaya keterikatan (secure, avoidant, anxious) yang memengaruhi hubungan. Memahami attachment style bisa membantu membangun komunikasi dan koneksi yang lebih sehat. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Setiap individu memiliki cara unik dalam menjalin kedekatan dengan orang lain, dan ini dikenal sebagai gaya keterikatan atau attachment style.

Teori ini dikembangkan oleh psikolog John Bowlby untuk menjelaskan pola perilaku dalam hubungan, baik dengan orang tua saat kecil maupun pasangan saat dewasa.

Baca Juga: 5 Lagu yang Wajib Ada di Playlist Jomblo Happy: Bye Galau, Hello Bahagia!

Memahami gaya keterikatan diri sendiri dan pasangan dapat membantu membangun hubungan yang lebih sehat dan harmonis.

Berikut adalah tiga gaya keterikatan utama:

1. Secure Attachment (Aman)

Individu dengan gaya keterikatan aman cenderung memiliki pandangan positif tentang diri sendiri dan orang lain.

Mereka merasa nyaman dengan keintiman dan kemandirian.

Mereka tidak takut ditinggalkan atau terlalu khawatir tentang hubungan.

Seseorang dengan secure attachment biasanya mampu berkomunikasi secara terbuka, menyelesaikan konflik dengan sehat, dan memberikan dukungan emosional kepada pasangannya.

Gaya ini terbentuk dari pengasuhan yang responsif dan konsisten di masa kecil.

2. Avoidant Attachment (Menghindar)

Orang dengan gaya keterikatan menghindar cenderung merasa tidak nyaman dengan keintiman emosional.

Mereka seringkali lebih memilih kemandirian dan terkadang sulit menunjukkan emosi atau kerentanan.

Saat menghadapi masalah, mereka cenderung menarik diri atau menjauh.