Bakar Wangkang Resmi Masuk Kalender Wisata Kubu Raya 2026, Wabup Sukiryanto Dorong Jadi Ikon Budaya

Wabup Sukiryanto membuka acara sembahyang leluhur dan tradisi bakar wangkang. (Dok. Instagram/@prokopim_kuburaya)
Wabup Sukiryanto membuka acara sembahyang leluhur dan tradisi bakar wangkang. (Dok. Instagram/@prokopim_kuburaya)

Dalam sambutannya, Sukiryanto menegaskan bahwa ritual bakar wangkang bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari kekayaan budaya Kalimantan Barat.

“Mulai tahun depan, pembakaran replika kapal wangkang resmi masuk kalender wisata tahunan Kubu Raya. Kesepakatan ini sudah kita bangun bersama Disporapar,” ujarnya.

Ia juga berharap agar kegiatan berskala besar ini dapat dipusatkan di halaman Kantor Bupati Kubu Raya. Menurutnya, lokasi tersebut merupakan ruang publik yang representatif untuk acara kebudayaan.

“Paling tidak, pembukaan dan penutupan acara bisa berlangsung di halaman kantor bupati,” tambahnya.

Sukiryanto menilai tradisi bakar wangkang sebagai warisan budaya seluruh masyarakat Kalimantan Barat.

Dengan penataan yang lebih terstruktur, ia yakin tradisi ini dapat menjadi daya tarik wisata dan meningkatkan citra daerah.

Pernyataan tersebut disambut positif oleh Yayasan Bhakti Suci. Sekretaris Yayasan, Heri Sandra, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengemas tradisi ini dengan konsep yang lebih terbuka dan terstruktur.

“Kami didatangi Disporapar untuk silaturahmi. Ternyata Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menyambut positif tradisi ini. Mulai tahun depan, kegiatan bakar wangkang akan dikemas lebih baik, tidak tertutup seperti sekarang,” kata Heri.

(ra)