“Ini langkah konkret agar penegak hukum segera turun tangan. Kami minta tindakan tegas, terukur, dan berkeadilan. Sungai Sambas adalah sumber hidup masyarakat, jangan dibiarkan rusak oleh tambang ilegal,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keresahan masyarakat bisa berujung pada konflik sosial jika pemerintah dan aparat terus lamban bertindak.
“Masyarakat adat mulai kehilangan kesabaran. Ini menyangkut masa depan generasi kami, hak hidup, dan keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya.
(DNS)
















