Kasus Bendera One Piece di Bantaeng Berakhir Damai, Anggota TNI dan Pedagang Sayur Saling Memaafkan

Seorang tukang sayur di Bantaeng, Sulsel, ditampar tentara gara-gara bendera One Piece. Kasusnya berakhir damai. (Dok. Ist)
Seorang tukang sayur di Bantaeng, Sulsel, ditampar tentara gara-gara bendera One Piece. Kasusnya berakhir damai. (Dok. Ist)

Komandan Sub Denpom XIV/1-2 Bantaeng, Letda Cpm Agus Subiantoro, memberikan konfirmasinya saat dihubungi pada hari Jumat (8/8).

“Iya memang betul yang bersangkutan adalah anggota Kodim Bantaeng,” ujarnya.

“Sudah damai, dari pihak Kodim Bantaeng sudah ketemu juga dengan korban bersama keluarganya. Kalau misalnya belum damai pun kami dari Denpom siap untuk memproses,” tambahnya.

Pernyataan senada juga datang dari Pasintel Kodim 1410 Bantaeng, Lettu Inf Harfil.

Baca Juga: Tertimpa Bendera Saat Membacakan Doa di Acara Panen Raya, Subakir Tetap Lanjut dengan Profesional

Ia memastikan bahwa kesepakatan damai tersebut dituangkan dalam sebuah surat perjanjian resmi sebagai bukti penyelesaian masalah secara kekeluargaan.

“Sudah damai. Ada surat perjanjian damai antara anggota kami dan korban,” ujarnya.

“Kami juga sudah mengimbau kepada anggota agar tidak melakukan tindakan yang tidak diinginkan kepada masyarakat,” tambahnya.

Lettu Inf Harfil menambahkan, insiden ini murni disebabkan oleh kesalahpahaman.

Anggota TNI yang bersangkutan tidak memahami makna dari bendera ‘Jolly Roger’ yang identik dengan serial One Piece, sehingga memicu reaksi yang tidak diinginkan.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh anggota untuk lebih bijak dalam bertindak.

Fenomena pengibaran bendera One Piece sendiri memang sedang marak menjelang perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2025.

Sebagian kalangan menyebutnya sebagai bentuk protes.

Menanggapi hal ini, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang mewakili suara Istana, mengimbau agar momentum hari kemerdekaan tidak diganggu oleh hal-hal yang dapat merusak kesakralannya.

Baca Juga: Merince Kogoya Dikeluarkan dari Miss Indonesia 2025 karena Video Lama Kibarkan Bendera Israel

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan pandangannya di kompleks parlemen pada Senin (4/8).

“Tolonglah ini jangan dimanfaatkan untuk hal-hal yang mengganggu kesakralan. Hari ini kita berharap di 80 tahun Indonesia Merdeka apapun kondisinya sebagai bangsa kita harus bersatu padu, kita harus optimis sebagai anak-anak bangsa,” ujarnya.

Penyelesaian kasus bendera One Piece ini diharapkan dapat menjadi contoh bahwa dialog dan mediasi adalah jalan terbaik untuk mengatasi konflik di tengah masyarakat.