Faktakalbar.id, PONTIANAK – Aktivitas perdagangan diduga ilegal berupa bawang dan daging beku terpantau terjadi di belakang rumah dinas Ketua DPRD Kota Pontianak, tepatnya di antara Jalan BLKI dan Sepakat 1.
Menurut warga setempat, aktivitas ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan diduga berasal dari perbatasan Malaysia.
Begol (bukan nama sebenarnya), seorang warga sekitar, mengaku sering melihat aktivitas mencurigakan di gudang tersebut.
“Waktu bongkar muatnya selalu pas maghrib atau tengah malam. Dulu bahkan sering terlihat sampah bekas bawang di depan gudang. Ada juga truk box berpendingin yang membongkar daging beku. Warga penasaran, tapi takut bertanya,” ujarnya.
Faktakalbar.id memantau langsung aktivitas tersebut pada Jumat (11/7) sore menjelang malam. Terlihat proses bongkar muat diduga bawang ilegal dari truk Fuso ke pickup.
Beberapa orang terlihat berjaga dan bahkan berusaha mengejar kendaraan yang digunakan tim Faktakalbar untuk pemantauan.
Aktivitas ini terjadi di sekitar rumah dinas Ketua DPRD Kota Pontianak, menimbulkan pertanyaan tentang pengawasan di kawasan tersebut.
Kalimantan Barat sebagai daerah perbatasan memang rentan terhadap penyelundupan, terutama komoditas seperti bawang dan daging beku.
Harga bawang dan daging lokal yang tinggi menjadi celah bagi penyelundup untuk memasok barang dari luar negeri dengan harga lebih murah.
Namun, produk-produk ini tidak melalui proses karantina, sehingga berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat dan merugikan negara.
(Dhn)
















