Sugeng juga menekankan pentingnya energi baru untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. “Jika pertumbuhan ekonomi kita mencapai 6%, maka kebutuhan energi akan meningkat 1,5 kali lipat. Energi nuklir akan menjadi solusi penting untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” ungkapnya.
Aktivis lingkungan dan beberapa pakar energi menyoroti potensi risiko dari pembangunan reaktor nuklir, terutama di kawasan yang belum sepenuhnya siap dari sisi infrastruktur maupun manajemen risiko. Teknologi SMR memang dirancang untuk lebih aman dibandingkan reaktor konvensional, namun tetap perlu diantisipasi kemungkinan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.
Apakah pembangunan reaktor nuklir di Kalimantan Barat ini akan menjadi solusi jangka panjang yang berkelanjutan, atau justru hanya sekadar bahan uji coba teknologi baru? Keputusan ini memerlukan pengawasan ketat dan transparansi agar kehadiran nuklir benar-benar memberikan manfaat maksimal tanpa mengorbankan keamanan publik.









