“Hari ini kami berdiskusi bersama jajaran Pemkot Singkawang untuk mempelajari bagaimana daerah ini mampu menggali potensi yang dimiliki, termasuk kebijakan strategis ekonominya serta langkah-langkah optimalisasi PAD,” ujarnya.
Hasil audiensi tersebut dinilai memberikan banyak informasi krusial serta wawasan terkait praktik pengelolaan birokrasi yang baik bagi tim rombongan dari Kalimantan Tengah.
Berbagai referensi tata kelola tersebut direncanakan akan dijadikan panduan dasar untuk memaksimalkan potensi setoran daerah khususnya dari kegiatan sektor pertambangan.
Seluruh jajaran delegasi berkomitmen untuk mengkaji lebih mendalam setiap informasi yang telah diterima agar dapat segera disesuaikan dengan profil kekayaan alam daerah mereka.
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Singkawang Muhammadin memandang forum pertemuan antardaerah ini sebagai ruang diskusi yang sangat efektif untuk saling membedah inovasi sistem tata kelola pemerintahan.
Baca Juga: Pemkot Singkawang Matangkan Pengembangan Agroeduwisata Terpadu
Pemerintah Kota Singkawang secara terbuka menyatakan juga telah memperoleh banyak masukan balasan yang sangat berharga dari praktik birokrasi di Kabupaten Gunung Mas.
Fokus pembelajaran silang yang diserap oleh otoritas Singkawang secara khusus menyoroti bagaimana cara daerah tamu mengatur tata kelola sektor perkebunan dan pertambangan berskala besar.
“Kita harus terus membuka ruang diskusi dan saling belajar dengan daerah lain. Dari pertemuan ini kami juga mendapatkan masukan penting terkait tata kelola perkebunan dan pertambangan yang telah diterapkan Kabupaten Gunung Mas,” ujarnya.
Muhammadin menyampaikan harapan besarnya agar sinergi strategis antar wilayah pemerintahan yang berada di daratan Pulau Kalimantan ini dapat terus diperkuat secara berkesinambungan.
Gagasan kolaborasi ekonomi berkelanjutan ini dinilai sangat mendesak untuk segera diimplementasikan demi membangun konektivitas arus perdagangan dan jasa lintas batas provinsi.
Konektivitas kawasan yang terintegrasi secara harmonis ini diyakini akan menjadi motor penggerak utama dalam upaya mendorong percepatan laju pertumbuhan ekonomi regional.
Kolaborasi antardaerah yang solid serta didukung oleh rancangan regulasi yang tepat pada akhirnya diyakini mampu mewujudkan target kemandirian fiskal bagi masing-masing wilayah.
(*Red)





















