Tim SAR Temukan Satu Jasad Pendaki dan Deteksi Dua Titik Diduga Korban Erupsi Gunung Dukono

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah pendaki yang tertimbun material vulkanik di kawasan kawah menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah pendaki yang tertimbun material vulkanik di kawasan kawah menuju fasilitas kesehatan terdekat. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Baca Juga: Duka di Puncak Dukono: Dua Tewas dan Puluhan Terjebak, BNPB Soroti Dugaan Kelalaian Pendaki

Sapuan air tersebut membuat jasad korban erupsi Gunung Dukono yang sebelumnya tertimbun material perlahan mulai terlihat oleh tim penyelamat.

Saat pertama kali terpantau oleh petugas, bagian tubuh korban yang tampak secara visual hanya dari batas kaki hingga pinggang. Sementara itu, sebagian tubuh bagian atasnya masih dalam kondisi tertimbun pasir vulkanik. Mengetahui temuan tersebut, tim SAR gabungan segera melakukan proses penggalian dan evakuasi secara hati-hati sesuai dengan standar prosedur operasional keselamatan. Setelah berhasil diangkat, jenazah korban langsung dibawa turun menuju posko penanganan erupsi sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobelo.

Di sela-sela proses evakuasi korban pertama, tim SAR gabungan mendapati petunjuk penting lainnya. Petugas mendeteksi dua titik timbunan material pasir yang mencurigakan dalam radius jarak sekitar tiga meter dari lokasi penemuan jenazah pertama. Pihak berwenang menduga kuat bahwa dua gundukan material tersebut berkaitan erat dengan titik keberadaan dua orang korban lainnya yang masih dalam status pencarian.

Baca Juga: Lima Pendaki Terluka Akibat Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara

Meskipun menemukan dua titik krusial, tim SAR memutuskan untuk menunda penggalian tambahan dan memprioritaskan evakuasi jenazah korban pertama ke titik aman. Keputusan ini diambil secara mutlak dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel di lapangan. Selain langit yang mulai gelap menjelang sore hari, intensitas letusan Gunung Dukono juga terpantau masih sangat tinggi dan membahayakan nyawa tim penyelamat.

Berdasarkan hasil evaluasi operasi SAR tersebut, tim gabungan berencana akan kembali melanjutkan penyisiran dan proses penggalian pada Minggu (10/5/2026). Fokus operasi pencarian akan diarahkan secara langsung ke dua titik timbunan material yang telah ditandai dengan cermat menggunakan titik koordinat perangkat Global Positioning System (GPS) guna memastikan keberadaan para pendaki yang tersisa.

(*Red)