-
Kelainan Metabolik/Genetik: Seperti galaktosemia, maple syrup urine disease, dan fenilketonuria.
-
Bayi Prematur: Khususnya dengan usia kehamilan kurang dari 32 minggu atau berat lahir di bawah 1.500 gram, jika penguat ASI (human milk fortifier) tidak tersedia.
-
Kondisi Darurat Medis Sementara: Seperti risiko hipoglikemia, tanda dehidrasi, penurunan berat badan drastis (8-10%), atau kondisi di mana ibu dan bayi harus terpisah.
Namun, IDAI menekankan bahwa pemberian tambahan tersebut bersifat sementara. Setelah masalah medis teratasi, proses menyusui harus kembali dilanjutkan.
Risiko Pemberian Formula pada Bayi Sehat
Bagi bayi cukup bulan yang sehat, IDAI menegaskan tambahan susu formula umumnya tidak diperlukan.
Pemberian formula di hari-hari pertama justru berisiko mengganggu keberhasilan menyusui jangka panjang.
Efek negatif yang mungkin muncul meliputi:
-
Gangguan Produksi ASI: Bayi yang kenyang formula akan malas menyusu, sehingga payudara tidak terosongkan secara optimal dan produksi ASI menurun.
-
Kesehatan Usus: Risiko perubahan flora usus dan paparan antigen yang meningkatkan sensitivitas bayi.
-
Kehilangan Proteksi: Berkurangnya perlindungan kekebalan alami yang seharusnya didapat dari kolostrum.
Polemik dalam program MBG ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat kampanye pemberian ASI hingga dua tahun sebagai investasi kesehatan jangka panjang bagi generasi mendatang.
Baca Juga: Kali Ini Keracunan MBG di Jantung Ibukota Negara, 72 Siswa Tumbang
















